Minggu, 22 April 2012

ISMULLOHI AL-A'DZOM NAMA ALLOH YANG TERAGUNG


Menurut pendapat beberapa ulama bahwa al-Ismu al-A'dzom adalah Lafdzul Jalalah (Alloh) karena selain lafadz Alloh disebut sebagai al-Asmaul Husna

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لاَ يُقَالَ فِي اْلأَرْضِ : اللَّهُ اللَّهُ. {رواه مسلم (١٤٨)}. حديث صحيح
Dari Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW, bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat, sehingga tidak diucapkan di muka bumi : Allah, Allah”. (H.R. Muslim, No Hadits : 148).

Imam Ibnu Majah rahimahullah, meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a, berkata : Rasulullah SAW, bersabda pada suatu hari : Wahai ‘Aisyah, apakah kamu tahu bahwa sesungguhnya Allah telah menunjukkan kepadaku atas nama-Nya yang apabila digunakan berdo’a dengannya, maka Dia akan mengabulkan?, aku berkata : Wahai Rasulullah, dengan bapak dan ibuku menjadi tebusannmu, ajarkanlah ia kepadaku!, beliau bersabda : Sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu, wahai ‘Aisyah!, ia berkata : Kemudian aku bersandar dan duduk sesaat, lalu aku berdiri, kemudian aku mencium kepalanya (Rasulullah SAW), lalu aku berkata : Wahai Rasulullah, ajarkanlah ia kepadaku!, beliau bersabda : Sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu, wahai ‘Aisyah!, bila aku mengajari kamu, sesungguhnya tidak seyogiyanya bagimu bila kamu memohon dengannya pada sesuatu-pun dari (kenikmatan) dunia, ia berkata : kemudian aku berdiri lalu aku berwudlu, dan kemudian aku sholat dua roka’at, lalu aku berdo’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَدْعُوكَ اللَّهَ، وَأَدْعُوكَ الرَّحْمَنَ، وَأَدْعُوكَ الْبَرَّ الرَّحِيمَ، وَأَدْعُوكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى كُلِّهَا، مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ أَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي
“Ya Allah, sesungguhnya aku berdo’a kepada-Mu Allah, dan aku berdo’a kepada-Mu Ar-Rohman, aku berdo’a kepada-Mu Al-Barru Ar-Rahim, aku berdo’a kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang baik semuanya, pada apa yang telah aku ketahui darinya dan apa yang belum aku ketahui, agar Engkau mengampuni aku dan merahmati kepadaku”. Maka tertawalah Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda : Bahwasanya ia sungguh berada di dalam nama-nama yang telah kamu gunakan berdo’a dengannya”. (H.R. Ibnu Majah, No Hadits : 3809).

Berdo’a dengan menggunakan semua Al-Asmaul Husna itu lebih utama, dan lebih cepat dikabulkan. Dan tidak mengapa apabila berdo’a hanya menggunakan beberapa di antaranya saja.

Dan adapun dalil-dalil bertawassul dengan menggunakan Al-Ismul A’dzom (nama-nama Allah Yang Paling Agung), maka di antaranya adalah :

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW, telah mendengar seorang lelaki berdo’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. فَقَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِاسْمِهِ اْلأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ. {رواه أبو داود (١٤٩٣)، والترمذي (٣٤٧٥)، وابن ماجه (٣٨٥٧)، وغيرهم
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bertawassul) sesungguhnya aku bersaksi bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Maha Esa lagi Maha menjadi tempat kebergantungan, Yang tidak akan beranak dan tidak pula akan diperanakkan, dan tidak akan ada seorang-pun yang menjadi sebanding dengan-Nya”. Kemudian beliau SAW, bersabda : Sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan (bertawassul) pada nama-Nya Yang Paling Agung, yang apabila dimohon dengannya, niscaya Dia memberi, dan apabila digunakan berdo’a dengannya, niscaya Dia akan mengabulkan”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 1493, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3475, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3857, dan yang selain mereka).

Dengan redaksi yang agak berbeda Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Anas r.a, sesungguhnya bersama Rasulullah SAW, dalam keadaan duduk ada seorang lelaki sedang sholat, kemudian ia berdo’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، الْمَنَّانُ، بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى. {رواه أبو داود (١٤٩٥)، وابن ماجه (٣٨٥٨)}. واللفظ لأبي داود

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (bertawassul pada kalimat) sesungguhnya segala puji hanya milik-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Pemberi, lagi Yang menciptakan langit dan bumi, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha hidup, wahai Yang Maha berdiri sendiri”. Kemudian Nabi SAW, bersabda : Sungguh ia telah berdo’a kepada Allah dengan menggunakan nama-Nya Yang Paling Agung, yang apabila digunakan berdo’a dengannya, maka Dia akan mengabulkan, dan apabila dimohon dengannya, maka Dia akan memberi”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits ; 1495, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3858), dan redaksi hadits milik Imam Abu Dawud.

Dari Asma binti Yazid r.a, sesungguhnya Nabi SAW, telah bersabda :

إسْمُ اللَّهِ اْلأَعْظَمُ فِي هَاتَيْنِ اْلآيَتَيْنِ : { وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ } وَفَاتِحَةِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ : { الم، اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ }. {رواه أبو داود (١٤٩٦)، والترمذي (٣٤٧٨)، وابن ماجه (٣٨٥٥)}. صحيح
“Nama Allah Yang Paling Agung adalah di dalam kedua ayat ini : Dan Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Q.S. Al-Baqarah [2] : 163), dan di dalam pembukaannya surat Ali Imran : Alif Laam Miim, Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup lagi Maha berdiri sendiri”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 1496, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3478, dan Ibnu Majah, No Hadits : 3855).

Imam Ibnu Majah rahimahullah, meriwayatkan dari ‘Aisyah r.a, berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِاسْمِكَ الطَّاهِرِ الطَّيِّبِ الْمُبَارَكِ اْلأَحَبِّ إِلَيْكَ، الَّذِي إِذَا دُعِيتَ بِهِ أَجَبْتَ، وَإِذَا سُئِلْتَ بِهِ أَعْطَيْتَ، وَإِذَا اسْتُرْحِمْتَ بِهِ رَحِمْتَ، وَإِذَا اسْتُفْرِجْتَ بِهِ فَرَّجْتَ. {رواه وابن ماجه (٣٨٥٩)}. حسن
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu Yang Suci lagi Yang Bagus lagi Yang Memberkahi yang paling Engkau cintai, yang apabila Engkau dido’a dengannya, maka Engkau akan mengabulkan, dan apabila dimohon dengannya, maka Engkau akan memberi, dan apabila Engkau dimintai rahmat dengannya, maka Engkau akan merahmati, dan apabila Engkau dimintai kelapangan, maka Engkau akan melapangkan”. (H.R. Ibnu Majah, No Hadits : 3859).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar