Minggu, 12 Juni 2011

hukum selamatn ( Tahlil )

by mumu Bsa
Hukum selamatan hari ke-3, 7, 40, 100, setahun, dan 1000 hari diperboleh kan dalam syari'at Islam. Keterangan diambila dari kitab"Al-H awi lil Fatawi"kar ya Imam Jalaluddin Abdurrahma n As-Suyuthi jilid 2 halaman 178 sebagai ... berikut:

قال ا ... لامام أحمد بن حنبل رضي الله عنه فى كتاب الزهد له : حدثنا هاشم بن القاسم قال: حدثنا الأشجعى عن سفيان قال
قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام , قال الحافظ ألو نعيم فى الجنة: حدثنا أبو بكر بن مالك حدثنا عبد الله بن أحمد بن حنبل حدثنا أبى حدثنا هاشم بن القاسم حدثنا الأشجعى عن سفيان قال: قال طاوس: ان الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام

Artinya:
"Telah berkata Imam Ahmad bin Hanbal ra di dalam kitabnya yang menerangka n tentang kitab zuhud: Telah menceritak an kepadaku Hasyim bin Qasim sambil berkata: Telah menceritak an kepadaku al-Asyja'i dari Sufyan sambil berkata: TelaH berkata Imam Thawus (ulama besar zaman Tabi'in, wafat kira-kira tahun 110 H / 729 M): Sesungguhn ya orang-oran g yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahka n bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-oran g yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut.

Telah berkata al-Hafiz Abu Nu'aim di dalam kitab Al-Jannah: Telah menceritak an kepadaku Abu Bakar bin Malik, telah menceritak an kepadaku Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, telah menceritak an kepadaku Ubay, telah menceritak an kepadaku Hasyim bin al-Qasim, telah menceritak an kepadaku al-Asyja'i dari Sufyan sambil berkata: Telah berkata Imam Thawus: Sesungguhn ya orang-oran g yang meninggal akan mendapat ujian dari Allah dalam kuburan mereka selama 7 hari. Maka, disunnahka n bagi mereka yang masih hidup mengadakan jamuan makan (sedekah) untuk orang-oran g yang sudah meninggal selama hari-hari tersebut."

Selain itu, di dalam kitab yang sama jilid 2 halaman 194 diterangka n sebagai berikut:

ان سنة الاطعام سبعة أيام بلغنى أنهامستمر الى الأن بمكة و المدينة فالظاهر أنها لم تترك من عهد الصحابة الى الأن و انهم أخذوها خلفا عن سلف الى الصدر الأول

ِArtinya:
"Sesungguh nya, kesunnahan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan perbuatan yang tetap berlaku sampai sekarang (yaitu masa Imam Suyuthi abad ke-9 H) di Mekkah dan Madinah. Yang jelas kebiasaan tersebut tidak pernah ditinggalk an sejak masa sahabat sampai sekarang, dan tradisi tersebut diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama, yaitu sahabat."
HUKUM SELAMATAN HARI KE-3, 7, 40, 100, SETAHUN, DAN 1000 HARI ·

1 komentar:

  1. Para 4 Imam Mahdzab mengatakan tahlilan adalah bid'ah

    1. Dalam kitab fiqih mahzab Syafi'i diantaranya adalah "Al Majmu Syarhul Muhazzab" 5/186, dikatakan :

    "Adapun hidangan makanan yang dibuat oleh ahli mayit dan berkumpulnya manusia pada hidangan itu, maka tidak pernah ada keterangan (dalil) sedikitpun, tidak dianjurkan dan itu adalah BID'AH"

    Imam Nawawi juga mengatakan bahwa Imam Syafi'i mengatakan dalam kitabnya Al-Um 1/473

    "Aku membenci acara Al-Ma'tim yaitu kumpul-kumpul ditempat orang mati walaupun tanpa disertai tangisan, karena yang demikian itu mengingatkan kembali kesedihan dan membebani ahli mayit"

    Dan pernyataan yang semakna juga terdapat dalm kitab Tuhfatul Muhtaj 1/577, dan I'anatut Tholibin 2/146.

    2. Begitu juga yang dinyatakan oleh para imam lainnya dalam fiqih mazhab masing-masing seperti mahzab Hanafi dalam kitab Hasyiyah Rod Al Mukhtar 2/240, dan dalam Syarah Fath Al Qodir 2/142 dan lainnya.

    3. Dalam mahzab Hambali seperti dalam Ar Roudhul Murbi' 1/355, Al Mughni 2/215, Al Furu' 2/230-231, Al-Inshof 2/565, dan lainnya, dinyatakan bahwa acara semacam ini adalah bid'ah yang mungkar sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Humam dalam Syarhul Hidayah 1/473 :

    "Acara itu adalah bid'ah yang jelek"

    4. Dan dalam Mahzab Maliki juga demikian seperti dalam Hasyiyah Ad Dasuqi 1/419 dan lainnya. Mereka menyatakan dengan tegas bahwa acara seperti ini termasuk bid'ah dan menyelisihi sunnah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam.

    BalasHapus